Mengelola Data dan Informasi

Pokok Bahasan:
Pengenalan File Sistem
Pengenalan Partisi Hardisk
Pengenalan Prosedur Backup
Pengenalan Prosedur Restore Data

File System
File System adalah struktur penanaman, penyimpanan, dan pengelolaan file secara keseluruhan. File system ada bermacam-macam, tergantung pada system operasi yang digunakan. Sebagai contoh: Windows mengenal tiga file system, yaitu Fat, Fat32, dan NTFS

- FAT file allocation table (FAT): File system yang digunakan oleh sistem operasi MS-DOS dan Microsoft Windows.
– FAT32: Mirip dengan FAT, tetapi mendukung penggunaan cluster lebih kecil serta memiliki kemampuan mengelola harddisk dengan kapasitas yang lebih besar dibanding FAT.
– NTFS: File system yang memiliki performa dan kinerja jauh lebih baik dibandingkan dengan FAT ataupun FAT32. Jenis file system ini biasanya digunakan oleh system operasi Windows 2000 atau Windows XP. NTFS juga memiliki fitur enkripsi, pembatasan hak pengguanaan folder (folder permission), disk quota, kompresi, serta mendukung penggunaan fitur active Directory.

Jika file system yang terdapat dalm harddisk adalah FAT atau FAT32, kita dapat mengubahnya menjadi NTFS tanpa menggunakan proses format perintah Convert pada konsol. Namun, setelah diubah menjadi NTFS, system tidak dapat dikembalikan menjadi FAT atau FAT32, kecuali diformat ulang menggunakan file system FAT atau FAT32.

Untuk mendapat kinerja system yang lebih baik, sebaiknya kita memilih jenis file system pada saat pertama kali memformat harddisk dan melakukan instalasi system operasi.
Ada juga file system yang digunakan oleh system operasi yang lain. Linux mengenal jenis File system Ext2, Ext3, ReiserFS, dan sebagainya.

Mengenal Partisi Harddisk
Partisi adalah physical section atau struktur fisik pada sebuah harddisk. PAda setiap harddisk, terdapat minimal sebuah pasrtisi di dalamnya. Masing-masing partisi harus kita format menggunakan file system FAT32, linux menggunakan Ext3, dan Windows server 2003 menggunakan NTFS.
Setelah partisi di format menggunakan suatu file system, kita baru daapt menginstall system operasi, misalnya windows atau Linux, di dalamnya. Sistem operasi disesuaikan dengan jenis file system yang telah kita pilih atau kita rencanakan.
Jenis Partisi:
Berikut ini adalah contoh jenis-jenis partisi:
– Primary partition: Partisi utama yang digunakan oleh system operasi. jumlah maksimal primary partition yang dapat dibuat dalam sebuah harddisk adalah empat buah.
– Extended partition: partisi tambahan yang berisi logical drive. Sebuah harddisk yang dapat menampung empat partisi utama; tiga partisi utama dan satu extended partition. Jadi extended partition merupakan primary partition khusus. Falam Extended partition, kita dapat membuah sejumlah logical partisi di dalamnya sehingga dalam sebuah harddisk, kita dapat memiliki lebih dari empat buah partisi.
– Boot Partition: Partisi yang digunakan untuk menjalankan file system operasi.
– System PArtition: Partisi yang digunakan untuk menyimpan file-file system yang berhubungan dengan setting hardware, misalnya file Ntldr, Osloader, Boot.ini, Ntdetect.cim, dan sebagainya.
– Active Partition: yang digunakan untuk menjalankan sistem komputer. Partisi Aktif umumnya merupakan sebuah primary partition dalam sebuah harddisk.

Melakukan Backup Data
Dalam dunia teknologi informasi, istilah backup berarti membuat duplikat data di lokasi lain untuk mencegah kerusakan atau kehilangan data. Proses Backup Data dapat kita lakukan secara Manual atau otomatis. Cara manual dilakukan dengan mengkopi data ke dalam hardddisk atau media penyimpanan lain, sedangkan cra otomatis akan dilakukan oleh sebuah sistem backup terintegrasi yang akan bekerja sendiri, baik dalam keadaan normal maupun dalam situasi genting.
Ada banyak pilihan dan metode yang dapat digunakan untuk membackup data. Sistem operasi misalnya Windows, memiliki sebuah utilitas untuk melakukan backup. Kita juga dapat menggunakan software khusus untuk keperluan lain.

Melakukan Restore Data:
Kebalikan dari proses backup adalah restore. Restore adalah mengembalikan sistem atau data ke tempat dan keadaan semula. Restore biasanya diperlukan untuk mengambli kembali sistem dan data yang telah di backup. Hal ini biasanya untuk memulihkan sistem atau data pada komputer untuk keperluan tertentu. Restore juga dilakukan setelah komputer mengalami suatu maslah yang berakibat pada rusak hilangnya data.

About these ads

1 Komentar »

  1. betty Said:

    kesimpulan nyaa paaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: